Peran Kepolisian dalam Menanggulangi Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika di Kabupaten Sinjai
DOI:
https://doi.org/10.63821/ash.v3i2.648Kata Kunci:
Peran Kepolisian, Penyalahgunaan Narkotika, Tindak PidanaAbstrak
Penyalahgunaan narkotika merupakan salah satu tindak pidana yang berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif dari apparat penegak hukum, terutama Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sinjai serta hambatan yang dihadapi dalam upaya pemberantasannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara di Polres Sinjai dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan, peraturan perundangundangan, jurnal, serta dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sinjai dilakukan melalui upaya preventif dan represif. Upaya preventif dilakukan melalui penyuluhan, sosialisasi, pembinaan masyarakat, serta kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap bahaya narkotika. Sementara itu, upaya represif dilakukan melalui penyelidikan, penyidikan, penangkapan, dan penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Dalam pelaksanaannya, kepolisian menghadapi beberapa hambatan, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya partisipasi masyarakat, perkembangan modus operandi pelaku, serta pengaruh lingkungan sosial yang mendukung peredaran narkotika.
Unduhan
##submission.downloads##
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Almufi Jurnal Sosial dan Humaniora

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






